Sabtu, 06 Maret 2021

Materi Fisika - Hukum Newton

A. Hukum-Hukum Newton tentang Gerak

Hukum I Newton

Jika tidak ada gaya eksternal, saat dilihat dari kerangka acuan inersia, maka sebuah benda yang berada dalam keadaan diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap (yaitu dengan kelajuan tetap sepanjang masa) ∑F=0. Kerangka inersial: suatu kerangka dimana tidak ada percepatan sama sekali. Bumi termasuk kerangka inersial karena bumi memliki percepatan yang sangat kecil sehingga dapat dianggap percepatannya 0.

Hukum I Newton bukan merupakan bagian khusus hukum II Newton karena prinsip parsimoni (pengiritan) dalam fisika: jika cukup dengan satu hukum, mengapa dibuat dua hukum? Memandang HK I bagian dari HK II bertentangan dengan prinsip itu. Hukum I sebagai prasyarat di mana hukum II dapat diterapkan.

Hukum II Newton

Dalam kerangka inersial: Jika pada suatu benda bekerja gaya resultan F maka benda tersebut dipercepat dengan percepatan a sedemikian rupa sehingga memenuhi persamaan F = ma. Besaran m disebut massa inersial. Persamaan tersebut juga berlaku sebaliknya: jika suatu benda memiliki percepatan, maka pastilah pada benda tersebut sedang bekerja gaya resultan 𝐅 = 𝑚𝐚. Akan lebih baik jika tidak memaknai hubungan F dan a sebagai hubungan sebab-akibat, melainkan sebagai kovariansi, artinya F dan a harus memenuhi hubungan 𝐅 = 𝑚𝐚.

Hukum III Newton

Gaya yang dimaksud pada hukum III harus hadir secara berpasangan. Kedua gaya yang berpasangan tersebut biasa disebut sebagai pasangan aksi-reaksi: besarnya sama, arahnya berlawanan. Gaya “aksi” dan “reaksi” hadir secara serempak, pada dua benda yang saling berinteraksi tersebut.

Soal

B. Pemaknaan yang Lebih Kanonikal

Hukum I Newton

Pada kerangka inersial, setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan selama tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda itu. <definisi tidak langsung>

Kerangka inersial adalah suatu kerangka terhadap mana setiap benda yang “dibiarkan apa adanya” akan tetap diam atau bergerak lurus berarutan. <definisi langsung>

Hukum II Newton

Pada kerangka inersial (kerangka acuan yang memenuhi Hukum I Newton): resultan gaya (F) yang bekerja pada suatu benda sama dengan hasil kali massa (m) dan percepatan benda (a), yaitu F = ma.

Hukum III Newton

Gaya-gaya yang dinyatakan dalam Hukum I dan II harus merupakan gaya nyata (yaitu merupakan interaksi antar dua benda) sehinga harus hadir secara berpasangan (besarnya sama tetapi arahnya berlawanan). 

C. Transformasi Koordinat

 


1. Partikel P, sedang bergerak, diamati dari kerangka O dan O’. Kerangka O’ bergerak terhadap kerangka O.

2. Pada suatu saat (lihat gambar), posisi partikel dinyatakan dengan vektor posisi r (terhadap kerangka O) dan r’ (terhadap kerangka O’); sedangkan posisi O’ terhadap O dnyatakan dengan vektor k.

3. Jika jam yang digunakan kedua pengamat sudah disinkronkan, maka  t'=t

Hubungan r, r’, dan k mengikuti penjumlahan vektor (lihat gambar): 

r'=r-k 

Transformasi koordinat ruang-waktu dari sistem kerangka O ke O':

POSISI BERSIFAT RELATIF, BERGANTUNG PENGAMAT.

D. Transformasi Kecepatan

E. Transformasi Percepatan



Jadi, kerelatifan percepatan suatu partikel bergantung pada gerakan relatif kerangka.

Jika ak=0, kerangka O’ tidak dipercepat terhadap O, maka a'=a (percepatan bersifat mutlak, tidak bergantung kerangka acuan)

Jika ak≠0, kerangka O’ dipercepat terhadap O, maka a'≠a (percepatan bergantung kerangka acuan)

Soal

 

Uploading: 5537 of 5537 bytes uploaded.


Sebuah truk bergerak dengan kecepatan konstan v di jalan lurus. Truk mengangkut benda X bebentuk bola yang diletakkan begitu saja di atas bak. Pengamat P diam di tepi jalan. 

a. Deskripsikan gerakan benda X terhadap pengamat dan sopir!

Terhadap sopir :

V’ = 0 

Terhadap pengamat P :

Dari kaedah transformasi kecepatan: v'=v-vk diperoleh: 

v=v'+vk=0+Vx

Jadi benda X bergerak  dengan kecepatan V, sama dengan kecepatan truk/sopir.

b. Jika tiba-tiba truk direm dengan mendadak hingga berhenti, bagaimana gerak benda X selama pengereman tersebut? Jelaskan berdasarkan pengamatan oleh P dan sopir!

Menurut pengamatan sopir:

Benda mengalami percepatan sebesar:

a'=a-ak=0-(-aT )=aT

Jadi, menurut sopir, benda X dipercepat ke depan dengan percepatan konstan sebesar aT.

Gerakan benda X selama pengereman tersebut adalah:

v^' (t)=v^' (0)+a^' t=0+a_T t=a_T t

Menurut pengamat P :

benda X tidak mengalami percepatan karena tidak ada gaya luar yang bekerja padanya; jadi a=0 dan v tetap sama dengan V.

Di pihak lain, truk sedang dipercepat ke belakang dengan percepatan ak=-aT. Untuk penyederhanaan, anggap aT konstan.

c. Bagaimana gerak benda X tepat setelah truk berhenti? Deskripsikan berdasarkan pengamatan oleh P dan sopir!

Menurut pengamatan sopir:

Kecepatan gerakan benda X terhadap sopir diperoleh dengan transformasi kecepatan: v'=v-vk. Jadi

v'=V+0=V

Menurut pengamat P: 

Benda X  tetap bergerak dengan kecepatan V;sementara itu, truk bergerak dengan kecepatan nol.

Perhatikan bahwa tepat setelah truk berhenti, kerangka acuan yang diam terhadap truk juga diam terhadap P. Maka kesimpulan kedua pengamat tentang gerakan benda X haruslah sama.

F. Hukum II Newton pada Kerangka Dipercepat

 


Andaikan kerangka O adalah inersial, maka padanya berlaku Hukum II Newton F=ma. Transformasi ke kerangka O’ menghasilkan: 

F=ma=ma'+mak 

atau:

F-mak=ma' 

Jadi, persamaan gerak titik P pada kerangka O’ adalah:

(F-mak)=ma' 

G. Gerak dalam Kerangka Dipercepat



H. Jika ak = 0

Jika percepatan kerangkan ak = 0, maka di O’ juga berlaku F=ma' (berlaku Hukum II Newton --> Merupakan kerangka inersial). Jadi, sebarang kerangka yang begerak dengan kecepatan konstan terhadap suatu kerangka insersial juga merupakan kerangka inersial.

I. Kerangka Non Inersial

Tidak memenuhi Hukum I Newton: dimungkinkan ada benda yang tiba-tiba bergerak (semula diam) meskipun tidak ada gaya yang bekerja padanya.

Contoh: kerangka acuan yang diam terhadap truk yang sedang dipercepat/diperlambat.


Jumat, 05 Maret 2021

Contoh Laporan Praktikum Percepatan Gravitasi

 A. TUJUAN PERCOBAAN 

Menentukan percepatan gravitasi (g) dengan metode bandul.

B. DASAR TEORI 

Jika sebuah bandul diberi simpangan di sekitar titik setimbangnya dengan sudut ayunan q (dalam hal ini sudut q kecil), maka akan terjadi gerak harmonis, yang timbul karena adanya gaya pemulih sebesar F = m.g.sin q yang arahnya selalu berlawanan dengan arah ayunan bandul. 

 





C. METODE PERCOBAAN 

    1. Alat dan Bahan

Stopwatch

Tali

Benda

Selotip

Penggaris

    2. Langkah Percobaan 

Mengikat benda dengan tali.

Menggantungkan sebuah bandul dengan selotip.

Mengukur panjang tali L dengan penggaris, yaitu dari pusat bola sampai ujung tali.

Memberi simpangan sehingga bandul bergerak bolak-balik (Gerak Harmonik Sederhana). 

Mencatat waktunya  untuk 1 getaran (t) dengan stopwatch.

Mengubah panjang tali, dan melakukan seperti poin d.

Melakukan lagi sampai 10 kali perubahan panjang tali.

    3. Skema Percobaan 



 D. DATA HASIL PERCOBAAN 

No (l  ± 0.01) m (T ± 0.005) s T2 (s2) ∆T2 (s2)

1 0.30 1.148 1.317904 0.01148

2 0.40 1.361 1.852321 0.01361

3 0.50 1.472 2.166784 0.01472

4 0.60 1.629 2.653641 0.01629

5 0.70 1.743 3.038049 0.01743

6 0.80 1.838 3.378244 0.01838

7 0.90 1.950 3.802500 0.01950

8 1.00 2.060 4.243600 0.02060

9 1.10 2.161 4.669921 0.02161

10 1.20 2.253 5.076009 0.02253

E. ANALISIS DATA 


Telah diketahui bahwa nilai percepatan gravitasi terbaik = 9.78 m/s2

δ=|g1- g2 |

δ ≤ ∆g1 + ∆g2

0.52 ≤ 0.0004 (tidak cocok)

Grafik

T2 (s2) ∆T2 (s2) 4𝜋2l  (m)

1.317904 0.01148 11.83152

1.852321 0.01361 15.77536

2.166784 0.01472 19.71920

2.653641 0.01629 23.66304

3.038049 0.01743 27.60688

3.378244 0.01838 31.55072

3.802500 0.01950 35.49456

4.243600 0.02060 39.43840

4.669921 0.02161 43.38224

5.076009 0.02253 47.32608

y = mx + c

m = g=(4π^2 l)/T^2 

y = ((4π^2 l)/T^2 )x

y = (9.2618 ±0.0004) x

F. PEMBAHASAN 

    Pada praktikum ini dengan menggunakan metode bandul, dapat ditentukan percepatan gravitasi (g). Praktikum ini dilakukan dengan menggantungkan benda pada tali dengan panjang tertentu kemudian  memberi simpangan sehingga bandul bergerak bolak balik. Dengan demikian, didapatkan data panjang tali dan periodenya beserta nilai ralatnya. Kemudian, mencari nilai ralat T2 dari rumus perambatan ralat kasus pangkat.

Dengan menggunakan persamaan T=2π √(l/g  )didapatkan percepatan gravitasi pada masing-masing panjang tali. Kemudian, mencari nilai ralat percepatan gravitasi pada masing-masing panjang tali dengan menggunakan rumus perambatan ralat non kuadratis karena persamaan saling gayut (g=(4π^2 l)/T^2 ). 

Sebelum mencari nilai percepatan gravitasinya, terlebih dahulu mencocokan data percepatan gravitasi pada masing-masing panjang tali dengan menggunakan rumus diskrepansi. Ternyata data tersebut cocok sehingga dapat dicari nilai percepatan gravitasi dan nilai ralatnya dengan rumus rata-rata berbobot. 

Kemudian, nilai percepatan gravitasi beserta ralatnya dibandingkan dengan nilai percepatan gravitasi terbaik, yaitu 9.78 m/s2. Namun, hasil menunjukkan nilai percepatan gravitasi beserta ralat yang didapatkan tidak cocok dengan nilai percepatan gravitasi terbaik. Hal ini diakibatkan oleh kurang telitinya pengamat dan keterbatasan pengamat.

G. KESIMPULAN 

Nilai percepatan gravitasi yang diperoleh dari metode bandul, yaitu (9.2618 ±0.0004)  m/s2

H. REFERENSI 

Modul Analisis Pengukuran Fisika dari Dr. Restu Widiatmono, S.Si., M.Si.

https://Ifd.itb.ac.id/?page_id=366. Diakses pada Minggu, 15 November 2020 pukul 15.30 WIB.


Materi Fisika - Kinematika (GLB, GLBB, Gerak Parabola, dan Gerak Melingkar)

 

A.     Kinematika Gerak Satu Dimensi

1.     Posisi (x (t))

Posisi partikel adalah lokasi partikel pada suatu kerangka acuan yang kita anggap sebagai titik asal sistem koordinat. Contoh:



x(0) = + 1 m                   

x(1) = + 2.5 m, dst

2.     Perpindahan (delta x)

Perpindahan adalahperubahan posisi.


Contoh :


 

= 2.5 – 1 = 1.5 m

Jadi, perpindahan selama selang waktu 0 sampai 1 s adalah +1.5 m.

3.     Kecepatan rata-rata (v)

Kecepatan rata-rata sebuah partikel didefinisikan sebagai perpindahan partikel dibagi selang waktu selama perpindahan tersebut terjadi.


Contoh :

 


4.     Kecepatan Sesaat (vx)

Kecepatan sesaat sebuah partikel didefinisikan sebagai perpindahan partikel dibagi selang waktu selama perpindahan tersebut terjadi (dalam batasan interval waktu yang sangat singkat delta t --> 0) dan sama dengan kecepatan rata-rata dalam suatu interval waktu yang terpendek.



Contoh :

5.     Percepatan rata-rata (a)

Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan kecepatan tiap satu satuan waktu.


Contoh :



Jadi, percepatan rata-rata pada selang waktu 0 sampai 1s = 1 m/s2.

6.     Percepatan sesaat (ax)

Percepatan sesaat didefinisikan sebagai perubahan kecepatan partikel dibagi selang waktu selama perubahan kecepatan tersebut terjadi (dalam batasan interval waktu yang sangat singkat delta t --> 0) dan sama dengan percepatan rata-rata dalam interval waktu terpendek.



Contoh :


Jadi, percepatan sesaat saat t = 1s adalah 1 m/s2.

B.      Kinematika Gerak Dua Dimensi

1.       Gerak Parabola

a.       Vektor posisi

Jarak partikel terhadap O dan arah garis yang menghubungkan letak partikel dengan  origin. Contoh :

 

b.       Kecepatan sesaat

Kecepatan sesaat di pertengahan waktu, yaitu kecepatan rata-rata dalam suatu interval waktu yang pendek dan selalu menyinggung lintasan.


 

c.       Percepatan sesaat

Percepatan sesaat di pertengah waktu, yaitu percepatan rata-rata dalam suatu interval waktu yang pendek, benilai konstan, dan arahnya ke bawah (Y negatif).  

d.       Persamaan umum

2.       Gerak Melingkar Beraturan

a.       Kecepatan sesaat

Kecepatan sesaat di pertengahan waktu, yaitu kecepatan rata-rata dalam suatu interval waktu yang pendek, selalu menyinggung lintasan, dan nilainya konstan.

b.       Percepatan sesaat/radial/sentripetal

Percepatan sesaat di pertengah waktu, yaitu percepatan rata-rata dalam suatu interval waktu yang pendek, benilai konstan, dan arahnya menuju pusat.




c.       Hubungan kecepatan sentripetal dan kecepatan linear

d.       Pengaruh percepatan terhadap kecepatan

1)      Komponen percepatan tangensial (at) menyebabkan perubahan kelajuan partikel.

2)      Komponen percepatan radial/sentripetal (ar) menyebabkan perubahan arah partikel.



Minggu, 03 Mei 2020

Analisis Lagu Bahasa Inggris "All of me" by John Legend (analysis song)

Analysis Song

Title :All Of Me - John Legend

Lyrics :
 [Verse]
What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, I can?t pin you down
What?s going on in that beautiful mind
I?m on your magical mystery ride
And I?m so dizzy, don?t know what hit me, but I?ll be alright

[Bridge]
My head?s under water
But I?m breathing fine
You?re crazy and I?m out of my mind

[Chorus]
?Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I?ll give my all to you
You?re my end and my beginning
Even when I lose I?m winning
?Cause I give you all, all of me
And you give me all, all of you

[Verse]
How many times do I have to tell you
Even when you?re crying you?re beautiful too
The world is beating you down, I?m around through every move
You?re my downfall, you?re my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can?t stop singing, it?s ringing, I my head for you

[Bridge]
My head?s under water
But I?m breathing fine
You?re crazy and I?m out of my mind

[Chorus]
?Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I?ll give my all to you
You?re my end and my beginning
Even when I lose I?m winning
?Cause I give you all of me
And you give me all, all of you

Cards on the table, we?re both showing hearts
Risking it all, though it?s hard

[Chorus]
?Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I?ll give my all to you
You?re my end and my beginning
Even when I lose I?m winning
?Cause I give you all of me
And you give me all of you

I give you all, all of me
And you give me all, all of you

Topic                 : Love

Contents of the song :
Paragraph 1 :
What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, I can?t pin you down
What?s going on in that beautiful mind
I?m on your magical mystery ride
And I?m so dizzy, don?t know what hit me, but I?ll be alright
( The song writer can not live whithout his wife and he always be okay if he live with his wife.

Paragraph 2 :
My head?s under water
But I?m breathing fine
You?re crazy and I?m out of my mind
( He also feels the wife’s feeling.

Paragraph 3 :
?Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I?ll give my all to you
You?re my end and my beginning
Even when I lose I?m winning
?Cause I give you all, all of me
And you give me all, all of you
( He very loves all about his wife, his wife is his first and last love, and he gives his own to his wife with pleasure.

Paragraph 4 :
How many times do I have to tell you
Even when you?re crying you?re beautiful too
The world is beating you down, I?m around through every move
You?re my downfall, you?re my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can?t stop singing, it?s ringing, I my head for you
( He admires his wife and his wife is everything. This song is dedicated for his wife.

Message                   :
If we have had a couple, we must be faithful. We also have to accept all the shortcomings our life partner.

Jumat, 01 Mei 2020

Cara Mudah Membuat Dalgona Coffee Super Simpel

Hallo guys!! Welcome back to my blog:) Kali ini aku mau kasih tau nih cara membuat es yang lagi viral. Yaps, dalgona coffee.

Ternyata mudah banget guys cara buatnya. Yuk langsung aja ke bahan-bahan yang diperlukan.

1. Kopi Nescafe 2 sachet
2. Gula 2 sdm
3. Air panas 2 sdm
4. Susu uht 250 ml (sesuai selera)

Cara membuat :
1. Tuang kopi, gula, dan air panas ke dalam wadah.

2. Aduk menggunakan mixer/wisk/garpu/saringan kawat (aku pkai mixer kurang lebih 3 menit udah mengental)


3. Tunggu adonan sampi mengental, berubah warna menjadi coklat muda, dan tidak jatuh jika wadah di balik.


4. Tuang susu uht dan beri adonan kopi tersebut di atasnya


5. Dalgona coffee siap disajikan:)

Mudah banget guys buatnya, ayoo buat!! Jangan mager!! Rasanya mantap, gak kalah sama kopi-kopi yang beli di cafe.

Segitu dulu ya guys:) Jangan lupa comments dan share ya!! Good luck!!